Program Orang Tua Asuh Buat Putri-putri Penghafal Al-Qur’an

Keutamaan mempelajari ilmu hadits

 


Bismillah.

Keutamaan mempelajari ilmu hadits


Menyibukkan diri dengan hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam merupakan suatu karunia dan anugrah yang besar, sebagaimana hal ini ditegaskan oleh Zaid bin Tsabit rodhiyallahu anhu berkata :  aku mendengar Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda : 

نضر الله امراء سمع منا حديثا فوعاها  وحفظها حتى يبلغه  ورب حامل فقه ليس بفقيه 


"Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghafalnya lalu dia memahami dan menghafalnya –, hingga (kemudian) dia menyampaikannya.  dan terkadang orang yang membawa ilmu agama bukanlah termasuk orang yang faqih(yang mendalam pemahamannya" (Hadits yang shahih dan mutawatir)


imam Ibnul Qayyim ketika mengomentari hadits ini, beliau berkata:


ولو لم يكن في فضل العلم إلا هذا وحده لكفى به شرفاً، فإن النبي دعا لمن سمع كلامه ووعاه وحفظه وبلغه.


 "Seandainya tidak ada keutamaan mempelajari ilmu (tentang hadits Rasululah ) kecuali (keutamaan yang disebutkan dalam hadits) ini, maka cukuplah itu sebagai kemuliaan (yang agung), karena sungguh Nabi mendoakan kebaikan bagi orang yang mendengar ucapan beliau, kemudian memahami, menghafal dan menyampaikannya (kepada orang lain)".  [Miftahu daaris sa'aadah" (1/71) ]


Hal ini pun ditegaskan oleh Syaikh Mulla 'Ali al-Qari berkata:


قيل وقد استجاب الله دعاءه، فلذلك تجد أهل الحديث أحسن الناس وجهاً وأجملهم هيئة، وروي عن سفيان بن عيينة أنه قال: "ما من أحد يطلب الحديث إلا وفي وجهه نضرة" أي: بهجة صورية أو معنوية.


 "Ada yang mengatakan: Sungguh Allah telah mengabulkan doa Rasulullah ﷺ (tersebut), oleh karena itu kamu dapati para (ulama) ahli hadits adalah orang yang paling bagus (elok) wajahnya dan indah penampilannya. Diriwayatkan dari imam Sufyan bin 'Uyainah bahwa beliau berkata: "Tidak ada seorangpun yang menuntut (ilmu) hadits kecuali (terlihat) pada wajahnya kecerahan" 14, yaitu: keindahan yang tampak atau (yang bersifat) maknawi (tidak tampak)" [Mirqaatul mafaatiih syarhu misykaatil mashaabiih" (1/288)]


Penjelasan diatas menunjukan kepada kita bahwa mempelajari ilmu hadits adalah suatu keutamaan yang hendaknya seorang yang berakal tidak meninggalkan nya hanya karena mengejar dunia dengan segala keindahannya..


Semoga Allah teguhkan kita diats jalnnya para penuntut ilmu dan Allah wafatkan kita dalam keadaan menuntut ilmu dan mencintai ilmu..


BaarokAllahu fiikum 

Akhukum Fillah Kholid Abu Abdillah ghofarollahu lahu waliwalidayhi..