#FawaidSatuLembarPlus
#Kitab_AlArbaun_AlQolbiyyah
#IlmuDifahamiDenganPengulangan.
Hal 26
إِذَا صَلَحَت صَلَحَ الجَسَدُ كُلَّهُ، وَإِذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلَّهُ، أَلا وَهِيَ القَلْبُ.
Jika hati itu baik, maka seluruh tubuh akan menjadi baik, dan jika hati itu rusak, maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah, bahwa yang dimaksud adalah hati.
قَالَ النَّوَوِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ: «قَالَ أَهْلُ اللُّغَةِ: يُقَالُ: صَلَحَ الشَّيْءُ، وَفَسَدَ، بِفَتْحِ اللَّامِ وَالسِّينِ، وَضَمِّهِمَا، وَالْفَتْحُ أَفْصَحُ وَأَشْهَرُ.»
Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan: "Para ahli bahasa berkata: 'Dikatakan: Sholaha صَلَحَ(baik) dan fasada فَسَدَ (rusak) dengan difathahkannya huruf lam dan sin, serta dengan mendhomahkannya (yaitu menjadi sholuha صَلُحَ dan fasuda فَسُدَ ), dan yang lebih fasih dan lebih terkenal adalah dengan memfathahkan huruf lam dan sin.'"(1) Syarh al-Nawawi 'ala Muslim (11/28).
وَفِي الْحَدِيثِ: «إِشَارَةٌ إِلَىٰ أَنْ صَلَاحَ حَرَكَاتِ العَبْدِ بِجَوَارِحِهِ، وَاجْتِنَابِهِ الْمُحَرَّمَاتِ، وَإِلْقَائِهِ لِلشُّبُهَاتِ، بِحَسَبِ صَلَاحٍ حَرَكَةِ قَلْبِهِ. فَإِذَا كَانَ قَلْبُهُ سَلِيمًا، لَيْسَ فِيهِ إِلَّا مَحَبَّةُ اللَّهِ، وَمَحَبَّةُ مَا يُحِبُّهُ اللَّهُ، وَخَشْيَةُ اللَّهِ، وَخَشْيَةُ الْوُقُوعِ فِيمَا يَكْرَهُهُ، صَلُحَتْ حَرَكَاتُ الجَوَارِحِ كُلُّهَا، وَنَشَأَ عَنْ ذَلِكَ اجْتِنَابُ الْمُحَرَّمَاتِ كُلِّهَا، وَتَوَقِّي الشُّبُهَاتِ، حَذَرًا مِنَ الْوُقُوعِ فِي الْمُحَرَّمَاتِ.
Dalam hadits ini, terdapat petunjuk bahwa kebaikan gerakan anggota tubuh seorang hamba dan penghindarannya dari perbuatan haram, serta menjauhinya dari syubhat, sesuai dengan kebaikan yang ada dalam hati. Jika hati seseorang itu sehat, tidak ada yang ada di dalamnya selain cinta kepada Allah, cinta terhadap apa yang Allah cintai, takut kepada Allah, dan takut terjatuh dalam hal yang Dia benci, maka gerakan seluruh anggota tubuhnya akan menjadi baik. Dari sini lahirlah penghindaran terhadap seluruh hal yang haram dan kewaspadaan terhadap syubhat, agar tidak terjatuh dalam hal yang haram.
وَإِنْ كَانَ القَلْبُ فَاسِدًا، قَدِ اسْتَوْلَىٰ عَلَيْهِ اِتِّبَاعُ هَوَاهُ، وَطَلَبُ مَا يُحِبُّهُ، وَلَوْ كَرِهَهُ اللَّهُ، فَفَسَدَتْ حَرَكَاتُ الجَوَارِحِ كُلُّهَا، وَانْبَعَثَتْ إِلَىٰ كُلِّ الْمَعَاصِي وَالْمُشْتَبِهَاتِ، بِحَسَبِ اِتِّبَاعِ هَوَىٰ القَلْبِ.
Jika hati itu rusak, telah dikuasai oleh hawa nafsu, dan menginginkan apa yang ia sukai meskipun itu dibenci oleh Allah, maka gerakan seluruh anggota tubuhnya akan rusak, dan ia akan terdorong untuk melakukan setiap dosa dan perbuatan yang meragukan, sesuai dengan apa yang diinginkan oleh hawa hatinya.
وَلِذَا يُقَالُ: القَلْبُ مَلِكُ الْأَعْضَاءِ، وَبَقِيَّةُ الْأَعْضَاءِ جُنُودُهُ، وَهُمْ فِي طَاعَتِهِ، وَتَنْفِيذِ أَوَامِرِهِ، لَا يُخَالِفُونَهُ فِي شَيْءٍ.
Oleh karena itu, dikatakan bahwa hati adalah raja bagi anggota tubuh, dan anggota tubuh yang lainnya adalah tentaranya. Mereka mengikuti perintahnya dan melaksanakan perintah-perintahnya, tanpa melanggarnya sedikit pun.
فَإِنْ كَانَ الْمَلِكُ صَالِحًا، كَانَتْ جُنُودُهُ صَالِحَةً، وَإِنْ كَانَ فَاسِدًا، كَانَتْ جُنُودُهُ فَاسِدَةً، وَلَا يَنْفَعُ عِندَ اللَّهِ إِلَّا القَلْبُ السَّلِيمُ، كَمَا قَالَ تَعَالَىٰ: يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَىٰ اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ [الشعراء: 88-89]
Jika raja itu baik, maka tentaranya akan baik. Jika raja itu rusak, maka tentaranya akan rusak. Dan tidak ada yang berguna di sisi Allah kecuali hati yang sehat, sebagaimana firman Allah: "Pada hari yang tidak berguna harta dan anak-anak, kecuali bagi siapa yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih" [QS. Ash-Shu'ara: 88-89].
وَالْقَلْبُ السَّلِيمُ: هُوَ السَّلِيمُ مِنَ الآفَاتِ وَالْمَكْرُوهَاتِ كُلِّهَا، وَهُوَ القَلْبُ الَّذِي لَيْسَ فِيهِ سِوَىٰ مَحَبَّةِ اللَّهِ، وَمَا يُحِبُّهُ اللَّهُ، وَخَشْيَةِ اللَّهِ، وَخَشْيَةِ مَا يُبَاعِدُهُ عَنْهُ.
Hati yang sehat adalah hati yang terhindar dari segala penyakit dan hal-hal yang dibenci, dan itu adalah hati yang tidak ada di dalamnya selain cinta kepada Allah, cinta terhadap apa yang Allah cintai, takut kepada Allah, dan takut terhadap segala hal yang menjauhkan dirinya dari-Nya.
وَأَعْمَالُ الجَوَارِحِ لَا تَسْتَقِيمُ إِلَّا بِاسْتِقَامَةِ القَلْبِ، وَمَعْنَىٰ اسْتِقَامَةِ القَلْبِ: أَنْ يَكُونَ مُمَثِّلًا لِمَحَبَّةِ اللَّهِ، وَمَحَبَّةِ طَاعَتِهِ، وَكَرَاهَةِ مَعْصِيَتِهِ.
Amal perbuatan anggota tubuh tidak akan sempurna kecuali dengan kesucian hati. Dan makna dari kesucian hati adalah bahwa hati itu mencerminkan cinta kepada Allah, cinta terhadap ketaatan-Nya, dan kebencian terhadap kemaksiatan-Nya.
💌 Semoga bermanfaat
🖊️Zaki Rakhmawan Abu Usaid