Fawaid Kajian Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahumullah di Masjid Nabawi 19 Ramadhan 1440 H tentang Sihir


بسم الله الرحمن الرحيم

Fawaid Kajian Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahumullah

di Masjid Nabawi 19 Ramadhan 1440 H.

(Dari kitab Al Qoulul Sadiid Fi Maqooshid at Tauhid hal 35-36)

TENTANG SIHIR

Allah berfirman:

وَٱتَّبَعُواْ مَا تَتۡلُواْ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلۡكِ سُلَيۡمَٰنَۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيۡمَٰنُ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحۡرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلۡمَلَكَيۡنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنۡ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحۡنُ فِتۡنَةٞ فَلَا تَكۡفُرۡۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنۡهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَزَوۡجِهِۦۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنۡ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمۡ وَلَا يَنفَعُهُمۡۚ وَلَقَدۡ عَلِمُواْ لَمَنِ ٱشۡتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنۡ خَلَٰقٖۚ وَلَبِئۡسَ مَا شَرَوۡاْ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمۡۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.
(Surat Al-Baqarah, Ayah 102)

Allah memberikan petunjuk kepada Nabi Sulaiman untuk menjauhi kekafiran.

Sihir adalah kekafiran kepada Allah.
Sihir dapat memberikan pengaruh seperti bisa membunuh dan menceraikan suaminya dari istri dan itu semuanya dengan izin Allah.

Dzikir kepada Allah adalah amalan yang bisa membentengi seseorang dari kekafiran.

Ayat ini adalah keterangan yang sangat jelas tentang bahayanya sihir. 

Barangsiapa yang membawa sihir untuk menyelesaikan masalahnya maka dia telah menempatkan kepercayaan salah dan tidak akan pernah berhasil. Allah berfirman:

 وَلَا یُفۡلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَیۡثُ أَتَىٰ

Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun
[ QS. Ta-Ha: 69]

Syaikh hafizhahullah menjelaskan:
  الكيد هو المكر والخدعة،
Al Kaidu (tipu daya) adalah makar dan tipuan

  ومكر السحر وخدعته: تخيله إلى المسحور، على خلاف ما هو به في حقيقته
Makar sihir dan tipuannya adalah dijadikan penghayalan/halusinasi bagi orang yang disihir. Walaupun terkadang seolah nampak seperti kenyataan.

Sihir tidak akan pernah menang. Dimana pun itu dikehendaki nya.
Maka seseorang harus berhati hati dengan sihir meskipun harus melewati berbagai rintangan sulit.

Tidak ada manfaatnya datang ke sihir. Barangsiapa yang datang ke tukang sihir dengan keyakinan tukang sihir itu bisa menyembuhkan atau memberikan solusi maka  hal ini seperti orang yang datang ke dokter untuk *sakit* ringan maka dia malah terkena penyakit kronis. Dia berusaha minta disembuhkan penyakit badannya namun itu menyebabkan penyakit hati yang kronis sangat berbahaya akibatnya (menjadi pelaku kesyirikan).

Tidak akan sempurna tauhid kalau tidak meninggalkan sihir baik yang kecil maupun yang besar.

Sihir masuk dengan dua cara:
1⃣ Dengan cara lewat syaitan yaitu dengan berkhidmat kepada setannya.

Syaikh hafizhahumullah menceritakan tentang ada teman tetangga nya yang mengambil kepada syaitan lalu yang diperintah kannya adalah meninggal kan sholat.
Hadits mulia:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ ذَكَرَ الصَّلَاةَ يَوْمًا فَقَالَ مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلَا بُرْهَانٌ وَلَا نَجَاةٌ 

Dari Abdullah bin Amru, dari Nabi shalallahu alaihi wasallam bahwasanya suatu hari beliau pernah menyebutkan mengenai shalat dan bersabda: "Barangsiapa yang menjaganya (sholat), ia akan mempunyai cahaya, bukti dan keselamatan kelak di hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka ia tidak mempunyai cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat (HR. Ahmad no. 6576 isnadnya Hasan)

2⃣ Yaitu lewat orang yang mengaku tahu tentang ilmu ghoib. 
Padahal Allah Taala berfirman:

قُل لَّا یَعۡلَمُ مَن فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلۡغَیۡبَ إِلَّا ٱللَّهُۚ 

 "Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah." [QS: An-Naml 65]

Akibat dari sihir banyak sekali seperti menyebabkan hancur nya suatu pernikahan ataupun 2 orang yang saling mencintai karena Allah dan lain sebagainya.

Tukang sihir mudhorot dan kerusakannya besar sekali dan hukumannya adalah dengan dibunuh sesuai dengan hukum syar'i. 

 Contoh Macam sihir:
#An Namimah
Yang memutuskan cinta 2 orang karena  Allah.

شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غَنْمٍ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِيَارُ عِبَادِ اللَّهِ الَّذِينَ إِذَا رُءُوا ذُكِرَ اللَّهُ وَشِرَارُ عِبَادِ اللَّهِ الْمَشَّاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ الْمُفَرِّقُونَ بَيْنَ الْأَحِبَّةِ الْبَاغُونَ الْبُرَآءَ الْعَنَتَ

dari Syahr bin Hausyab dari Abdurrahman bin Ghanmin dan sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Sebaik-baik hamba Allah ialah hamba yang senantiasa mengingat Allah, dan seburuk-buruk hamba Allah ialah orang-orang yang suka mengadu domba, suka memecah belah antara orang-orang yang saling mengasihi, serta mereka yang suka berbuat zhalim, mencerai-beraikan manusia dan selalu menimbulkan kesusahan." (HR. Ahmad no. 17998, Hasan dengan beberapa hadits penguatnya)

Semoga bermanfaat
📝 Ustadz Zaki Rakhmawan Abu Kayyisa Hafidzahullah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel